7 Cara Mengetahui Kalau Lawan Bicaramu Bohong
1. Ketika berbohong, orang akan cenderung berbicara dengan kalimat baku
Para pembohong cenderung berbicara formal via businesschic.com.au
2. Berlawanan dengan mitos, orang yang berbohong justru akan berusaha menjaga kontak mata dengan lawan bicara
Pembohong malah akan menatap matamu via www.huffingtonpost.com
Namun tatapan orang yang berbohong akan terasa “tidak wajar”. Misalnya, mereka akan menatap lawan bicaranya terlalu lama. “They overcompensate,” kata Pamela.
3. Pembohong punya kecenderungan menghilangkan unsur “aku” dalam ceritanya
menghilangkan unsur aku di dalam cerita via www.geckoandfly.com
Contoh:
“Kemarin aku nggak ikut anak-anak ke mall, kok. Aku di rumah, belajar.” (jujur)
“Kemarin anak-anak nggak ada yang pergi ke mall, kok. Soalnya banyak PR, harus di rumah.” (bohong)
4. Karena alam bawah sadar mereka merasa bersalah, pembohong juga cenderung berbicara dengan nada negatif
Mereka akan merasa bersalah, lalu menjadi negatif via www.huffingtonpost.com
“Sori ya kemarin nggak bisa ditelepon, baterai HP-ku mati. Bateraiku emang boros banget, ngeselin.”
5. Kalimat para pembohong sering berputar-putar dan dibumbui detail tak penting
Pembohong akan berputar-putar dalam bicara via static1.businessinsider.com
Contoh:
“Sayang, udah sholat?”Aduhai Mas, apa hubungannya hampir kehujanan dan bacaan surat Imam sama apa Mas udah sholat atau belum? :”) Padahal kalau Mas udah sholat beneran, pertanyaan ini ‘kan hanya tinggal dijawab dengan simpel: “Udah, Sayang, sama anak-anak kantor.” Selesai!
“Udah nih Sayang, tadi anak-anak sekantor sholat di masjid kota kok. Ke masjidnya jalan kaki dari tempat rapat, hampir kehujanan. Terus bacaan surat Imamnya panjang banget — surat apa tuh Yang, yang dibaca kalo ada orang meninggal itu lho!”
6. Seorang pembohong tidak akan tersenyum dengan matanya
Mata seorang pembohong tidak ikut tersenyum via www.huffingtonpost.com
Seseorang yang benar-benar tersenyum akan tersenyum dengan matanya. Dari pandangannya, kamu bisa melihat usahanya untuk menjadi hangat. Jika matanya dingin, kamu perlu mengecek apakah senyumnya memang tulus. Bedakan juga senyum yang tulus dengan sengiran yang sinis atau merendahkan.
7. Meski cara bicara si pembohong terdengar layak dipercaya, gesturnya menyiratkan keengganan bekerjasama
Gesturnya menyiratkan keengganan bekerjasama via www.bet.com
Tapi, seorang pembohong tetap akan mengelak ketika kamu mengajaknya bekerja sama. Contoh:
“Sabtu besok ke kampus yuk, bantuin anak-anak bikin paper replika buat fundraising.”Seseorang yang jujur akan selalu bersikap terbuka terhadapmu. Jika memang tidak bisa mengiyakan ajakanmu, mereka akan menawarkan alternatif tanggal. Tentu ini berbeda dengan orang yang memang tidak mau dan menutupinya dengan berbagai alasan.
“Jam berapa? Aku Sabtu pagi harus ngajar.”
“Siang-siang kok, sekitar jam 12.”
“Sabtu siang aku harus nemenin Ibu beli batik.”
“Yaudah deh. Malem ini aja temenin aku beli bahan-bahan paper replika, gimana?”
“Hmm… Insya Allah ya? Nanti aku kabarin lagi…”
Semoga setelah membaca ini kamu jadi bisa lebih baik dalam mendeteksi kebohongan. Jangan malah dipakai untuk melatih kemampuan berbohongmu, ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar